Skip to main content

Posts

Showing posts with the label cerita pendek

(CERPEN) Keberuntungan atau Kebuntungan

“Pagi pak.” Sapaku kepada penjual majalah. “Pagi mas. Seperti biasa?” Balas si penjual majalah. “Iya pak seperti biasa.” Balasku. “Eh. Buat apa beli majalah?” Tanya temanku Rian. “Buat lihat keberuntunganku hari ini?” Jawabku. “Keberuntungan?” tanyanya heran. “Zodiak Rian..” jawabku sedikit jengkel. “Ha.. ha .. ha ..” tawanya. “Kenapa kamu tertawa? Ada yang lucu?” tanyaku heran. “Hari gini kamu masih percaya yang kayak gituan? Ha…ha…ha…” jawabnya sambil tertawa. “Huh! Zodiak… zodiak… nah halaman 32.” Gumamku sambil mencari halaman yang terdapat zodiak. “Hei… ini tu sudah 2012 Bro. Masak kamu masih percaya sama yang kayak gituan?” Tegas Rian. “Biarinlah.” Balasku sambil terus membaca. “ Aries.. ah ini dia. Peruntungan : kalau permasalahan ini terus dibiarkan dan tidak segera ditindak lanjuti, maka keuntungan besar yang sudah didepan mata itu akan hilang lenyap begitu saja. Wah aku harus hati-hati nih. Karir : di hari ini kesempatan bagi kamu ...

KETEGUHAN ABU BAKAR ASH-SHIDDIQ

Pada masa awal diutusnya Nabi saw, beliau mendakwahkan agama Islam dikota Makkah secara sembunyi-sembunyi. Dengan alasan keselamatan, kaum muslimin pada masa itupun menyembunyikan keislaman mereka. Hingga ketika jumlah kaum muslimin telah genap tiga puluh delapan orang, Abu Bakar ra mendesak Rasulullah saw untuk menda'wahkan dienul Islam secara terang-terangan. Berkatalah Rasulullah saw, "Wahai Abu Bakar, … sesungguhnya jumlah kita masih sedikit," Akan tetapi Abu Bakar tetap mendesak Rasulullah saw, sehingga beliau bersedia keluar menuju masjid berikut kaum muslimin. Di masjid mereka berpencar di sudut-sudut masjid, setiap orang berada pada kabilahnya masing-masing. Berdirilah Abu Bakar ra dihadapan manusia sambil berkhutbah. Sehingga dialah orang yang pertama kali berkhutbah menyeru manusia kepada Allah. Ketika orang-orang musyrik mendengar Abu Bakar ra mencela tuhan-tuhan mereka dan menyalahkan agama mereka, spontan mereka marah kepada Abu Bakar ra dan kaum ...

DERITA ANAK TIRI

Oleh : Abdul Hariyanto Joko adalah anak semata wayang dari pasangan suami istri yang hidup sederhana. Joko hidup bahagia bersama kedua orang tuanya. Setiap hari keluarga itu selalu dipenuhi dengan canda tawa. Namun kebahagiaan itu sirna. Ketika ayahnya yang sangat dia cintai meninggalkan mereka berdua untuk selamanya. Ayah Joko meningal akibat serangan jantung yang dideritanya selama bertahun-tahun. Ibunya sekarang harus menggantikan ayahnya menjadi kepala keluarga dan bekerja keras untuk menafkai Joko. Setelah tiga bulan ayah Joko pergi, ibunya telah menikah lagi dengan seorang laki-laki. Joko sebenarnya tidak ingin ibunya menikah lagi, namun demi kebahagiaan ibunya, Joko harus merelakannya. Dan dengan terpaksa Joko harus memanggil laki-laki itu dengan sebutan “AYAH”. Setahun kemudian Joko telah mempunyai adik perempuan dari ibunya dan ayah tirinya. Adiknya itu diberi nama Intan. *** Sekarang Joko telah duduk dibangku SMU dan adiknya Intan baru dudukdi bangku SMP. Sif...